Tim Paniki Berhasil Membekuk Pelaku Berikut Motor Hasil Curiannya

Penangkapan terhadap pelaku beserta barang bukti kasus curanmor oleh tim Paniki Polsek Sentani Kota Pasar Baru Sentani Kab. Jayapura. Kamis, 13/02 siang.

Dipimpin Ka Tim Paniki Aipda Agus Patang bersama anggotanya berhasil menangkap pelaku curanmor berinisial VFY (23) yang saat itu sedang berada di Pasar Baru Sentani, beserta barang bukti motor Yamaha R 15 milik korban Rini Fitria yang hilang hari Selasa 11/02 dan baru dilaporkan kemarin, Rabu 12/02 yang terjadi di depan Toko Berkah Elektronik Sentani.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Kapolsek Sentani Kota AKP Lintong Simanjuntak, SH., MH saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku curanmor tersebut “berdasarkan laporan polisi yang dibuat korban di Polsek Sentani Kota kemarin, Rabu, 12/02 pagi, tim kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku VFY (23) berikut barang bukti sepeda motor Yamaha R 15 hasil curian dan motor supra X warna hitam yang dipakai pelaku saat ditangkap,” jelasnya.

Lanjut AKP Lintong, setelah berhasil ditangkap dan dilakukan interogasi pelaku VFY (23) mengakui telah melakukan curanmor di depan toko Berkah Elektronik dengan cara masuk kedalam toko kemudian mamantau situasi, setelah melihat karyawan toko sibuk melayani pembeli lain, pelaku langsung mengambil 1 (satu) unit speaker aktif warna hitam kemudian menuju kemeja kasir dan mengambil kunci motor milik korban, setelah itu pelaku keluar toko dengan membawa speaker hasil curian yang disembunyikan tidak jauh dari TKP, kemudian pelaku kembali mengambil motor korban menggunakan kunci kontak yang sebelumnya sudah diambil.

Setelah berhasil melakukan pencurian selanjutnya pelaku membawa motor hasil curian ke rumahnya di BTN Vuria jalur 5 untuk disembunyikan sementara. Malam tadi Rabu 12/02 pelaku bersama istrinya membawa motor tersebut dengan cara berboncengan ke Kampung Besum Distrik Nimboran, namun saat itu pelaku tidak memberi tahu istrinya kalau motor tersebut hasil curian dan menyimpannya di rumah mertuanya. Motor tersebut rencananya akan di tawarkan kepada masyarakat di kampung Besum dengan harga Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) dan hasil penjualan motor tersebut akan digunakan untuk keperluan sehari – hari bersama istrinya.

Sedangkan untuk spiker aktif hasil curian pelaku mengaku sebelumnya disimpan di sekitar TKP namun pada saat pelaku akan mengambilnya kembali, speaker tersebut ternyata sudah tidak ada, diduga diambil kembali oleh orang tak dikenal. Pelaku sebelumnya pernah tersandung kasus pembunuhan di jalan Baru Atas Sentani dan baru bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Abepura pada tanggal 21 Desember 2019 lalu, pelaku saat ini sudah mendekam di Sel Tahanan Mapolsek Sentani Kota untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kami jerat dengan pasal 362 KUHP tentang curanmor dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Tutup AKP Lintong Simanjuntak, SH., MH.

Penulis Guntur Stts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.