Terekam CCTV, Pelaku Pencurian di Masjid Berhasil Dibekuk Tim Paniki

Penangkapan pelaku kasus pencurian di Masjid Baitul A’la Jalan Yahim Sentani Kab. Jayapura. Jumat, 14/02 sore.

Kasus pencurian yang terjadi di Masjid Baitul A’la Jalan Yahim Sentani terjadi pada hari Jumat Tanggal 14/02 (dini hari) dengan korban Ahmad Prasetio Riski (22) yang juga sebagai pengurus Masjid tersebut.

Korban Ahmad Prasetyo Riski (22) kecurian satu unit handphone Oppo F11 dan satu buah dompet yang berisiskan surat – surat penting serta uang tunai Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah), selain itu ada 2 korban lainnya yang juga kehilangan masing – masing 1 unit handphone Samsung J1 dan 1 unit handphone nokia. Kejadian ini bermula saat pelapor/korban sekitar pukul 24.00 wit baring – baring di Masjid kemudian ketiduran, sekitar pukul 04.00 wit korban terbangun dan melihat handphone beserta dompetnya telah hilang.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Ka tim Paniki Polsek Sentani Kota saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku yang terjadi di salah satu Masjid di Yahim “berdasarkan laporan polisi yang dibuat korban pada hari itu juga, kami melakukan penyelidikan dari hasil rekaman CCTV yang berada di Masjid, dimana identitas pelaku berhasil diketahui, SY (19) berhasil kami tangkap saat masih dalam pengaruh miras dan hendak Miras kembali bersama teman – temannya di depan klinik Duta Sion Pasar Lama Sentani,” jelasnya.

Lanjut Aipda Agus Patang, saat ditangkap, ditemukan juga ditangan temannya 1 buah dompet milik pelapor dan 2 unit handphone hasil curian yakni samsung J1 dan Nokia, kemarin Sabtu 15/02 saat dilakukan pemeriksaan pelaku mengakui perbuatannya dimana salah satu handphone oppo 11 milik korban, diakui telah digadai sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) di seseorang yang tinggal di pasar lama Sentani, sehingga langsung kami mendatanginya, dengan maksud mengambil kembali dan memberitahukan bahwa handphone tersebut merupakan barang bukti hasil curian.

SY (19) saat ini sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Sentani Kota untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 Tahun penjara. Tutup Ka Tim Paniki.

Penulis Guntur Stts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.