Tebas Tangan Korban Hingga Putus, Pelaku Dibekuk Tim Cycloop

Penangkapan pelaku penganiayaan berat oleh Tim Cycoop Polres Jayapura di Kampung Yoboi Distrik Sentani Kota Kab. Jayapura. Rabu, 19/02 malam.

Berdasarkan laporan polisi yang dibuat saksi/pelapor Max Roberth Tokoro (47) tanggal 15/02, dimana kasus penganiayaan ini terjadi di Kampung Homofolo Distrik Ebungfauw Kab. Jayapura yang mengakibatkan tangan kiri korban Paulus Nukuboi (63) putus, dilakukan oleh pelaku berinisial MT (50).

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Henrikus Yossi Hendrata, SH., S.IK saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tangan korban sampai putus “sebelumnya pelaku MT (50) bertengkar dengan istrinya, lalu pelaku keluar dari rumahnya sambil membawa parang dan menuju ke rumahnya saksi/pelapor, dimana didalam rumah terdapat korban Paulus Nukuboi (63), setelah sampai di depan rumah, pelaku memanggil – manggil korban untuk keluar, saat itu sempat saksi membujuk pelaku agar bicara baik – baik, namun pelaku semakin bringas, disaat itu korban sempat keluar dengan membawa sebuah kampak dan mengayunkan kampak tersebut kearah pelaku namun berhasil dihindari, berbalik pelaku mengejar korban sampai masuk ke dalam rumah saksi/pelapor, pelaku yang mengarahkan tebasannya ke kepala di tangkis korban dengan menggunakan tangan, yang mengakibatkan tangan kirinya putus,” jelasnya.

Lanjut AKP Henrikus, melihat hal tersebut saksi langsung mengevakuasi korban Paulus Nukuboi (63) ke RS. Yowari dan hingga saat berita ini diketik korban telah dirujuk dan masih dirawat di RSUD Dok 2 Jayapura, masih dalam penyelidikan kenapa kasus ini bisa terjadi, diduga akibat kecemburuan pelaku terhadap korban, yang mana korban sering menegur istri pelaku saat lewat di depannya.

Saat hendak ditangkap, pelaku MT (50) dalam kondisi sakit dan sedang berada di rumah salah satu petugas medis di Kampung Yoboi untuk berobat, kemudian tim berhasil melakukan penangkapan, selanjutnya dibawa ke Mapolres Jayapura untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku telah mengakui perbuatannya, untuk barang bukti parang masih dalam pencarian dimana pelaku menyimpannya, pelaku MT (50) kami jerat dengan pasal 351 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Tutup AKP Henrikus Yossi Hendrata, SH., S.IK.

Penulis Guntur Stts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.