Seorang Bapak Menikam Anaknya Hingga Tewas Kemudian Mencoba Bunuh Diri dan Membakar Rumahnya

Tribratanews.papua.polri.go.id. Polres Jayapura. Kepolisian Sektor (Polsek) Sentani Kota dalam hal ini Unit Reskrim Polsek Sentani Kota menangani kasus penganiayaan hingga menyebabkan Daniel Evans Ondikleuw (4) meninggal dunia yang di lakukan AO (24) terjadi di jalan baru atas Kampung Sereh Sentani Kabupaten Jayapura. Senin (29/10/18).

“AO (24) usai menghabisi nyawa Daniel Evans Ondikleuw (4) dengan menikam sebanyak 3 tusukan pada bagian perut dan dada, AO(24) yang merupakan ayah kandungnya mencoba bunuh diri dengan menikam parang pada perutnya dan mengiris telapak tangannya serta membakar rumah miliknya.

Kapolsek Sentani Kota Kompol Hakim Sode, SH., MH melalui Kasi Humas Polsek Sentani Kota Brigpol M. Ichsan J. Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan bahwa “setelah kami menerima laporan dari masyarakat, langsung merespon mendatangi TKP untuk mengamankan AO (24) beserta barang bukti dan membawa korban Daniel Evans Ondikleuw (4) dan AO (24) ke Rumah Sakit Yowari Sentani.

Lanjut kasi humas, “awalnya AO (24) sedang bersama Daniel Evans Ondikleuw (4) didalam rumah, tiba – tiba Pelaku keluar dari rumah karena berhalusinasi mendengar suara dari luar rumah yang mengancamnya bahwa ada yang ingin membunuhnya dan keluarganya,”.

“Karena merasa takut AO (24) kembali ke dalam rumah untuk mengambil parang dan langsung menikam Daniel Evans Ondikleuw (4) sebanyak 3 kali di bagian dada dan perut sehingga Daniel Evans Ondikleuw (4) langsung meninggal ditempat, “jelas Kasi Humas.

“AO (24) yang merupakan Pelaku penganiayaan hingga meninggalnya korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Yowari Sentani akibat luka tusuk cukup dalam pada bagian perut yang ia lakukan sendiri saat mencoba bunuh diri, “.

“Saat ini belum bisa dilakukan olah TKP dengan pertimbangan karena di seputaran TKP masih panas akibat bekas terbakarnya rumah dan minimnya penerangan sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan olah TKP,”ucap kasi humas.

Kasi humas menambahkan, AO (24) di jerat dengan Primer Pasal 338 sub 351 ayat 3 KUHP (Primer Pembunuhan Sub Penganiayaan yang Menyebabkan Matinya Orang dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun.

Penulis : Guntur/Ichsan24

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.