Polisi Grebek Rumah Produksi Miras Jenis Cap Tikus di Sentani

Tribratanews.papua.polri.go.id Polres Jayapura. Penggrebekan pabrik (Home Industri) pembuatan minuman keras lokal jenis CT (cap tikus) oleh Satuan Reserse Narkoba di BTN Puskopad Sentani Kab. Jayapura. Rabu, 18/09 sore.

Berdasarkan informasi yang diterima bahwa adanya tempat/rumah produksi dan penjualan minuman keras jenis boplas (botol plastik) cap tikus dan dipimpin langsung Kasat Narkoba Ipda Hotma P.A Manurung, S.Trk bersama anggota satuan Narkoba melakukan penggebrekan rumah pembuat miras lokal jenis boplas cap tikus, sekaligus melakukan penangkapan pemilik/pembuat miras berinisial KS (52) di BTN Dunlop Sentani Kab. Jayapura.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Kasat Narkoba Ipda Hotma P.A Manurung, S.Trk saat dikonfirmasi membenarkan penggrebekan tersebut “setelah mendapat informasi, kami langsung melakukan penyelidikan, benar saja setelah kami grebek dan periksa rumah milik pelaku KS (52) ditemukan barang bukti berupa minuman keras jenis boplas cap tikus berikut alat – alat untuk memproduksinya,” jelasnya.

Lanjut Ipda Hotma, dari rumah pelaku KS (52) kami berhasil mengamankan 1 (satu) buah ember besar warna biru berisikan minuman keras cap tikus, 1 (satu) buah ember sedang warna putih juga berisikan minuman keras cap tikus, 1 (satu) buah kompor merk hock ukuran kecil , 1 (satu) buah panci ukuran sedang warna hitam , 1 (satu) buah corong plastik ukuran kecil, 11 (sebelas) botol kosong penjualan yang siap di isi minuman keras, 4 (empat) buah pipa plastik ukuran 1 setengah inci , 2 (dua) buah pipa besi ukuran 1 setengah inci untuk mengalirkan hasil sulingan.

Pelaku KS (52) dan barang – barang bukti tersebut sudah kami amankan di Mapolres Jayapura guna proses lebih lanjut, pelaku sendiri terancam dengan pasal 204 ayat 1 KUHP Jo pasal 140 UU RI no. 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Tutup Ipda Hotma.

Penulis Guntur Stts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.