Pengaruh Miras, Avanza Tabrak Mio yang Sedang Terparkir

Tribratanews.papua.polri.go.id Polres Jayapura. Kecelakaan Lalulintas antara mobil toyota avanza dengan yamaha mio terjadi di Jalan raya Abepura – Sentani tepatnya ditikungan setelah rumah makan Yougwa Distrik Sentani Timur Kab Jayapura. Jumat, 11/10 siang.

Kecelakaan Lalulintas antara mobil toyota avanza DS 1266 AN dengan yamaha mio DS 3373 JT yang sedang terparkir dipinggir jalan tepatnya setelah tikungan RM. Yougwa Sentani Timur, dimana diketahui pengemudi toyota avanza berinisial RA (31) dalam pengaruh minuman keras (mabuk).

Kapolsek Sentani Timur Iptu Heri Wicahya melalui Kanit Lantas Bripka Daniel Tapilatu saat dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut “berawal dari RA (31) pengemudi avanza putih DS 1266 AN dalam keadaan dipengaruhi minum keras (mabuk) dengan kecepatan tinggi melaju dari arah Waena menuju Sentani sesampainya di tikungan setelah rumah makan Yougwa Distrik Sentani Timur pengemudi langsung menabrak sepeda motor yamaha mio DS 3373 JT yang sedang terparkir di pinggir/diluar badan jalan,” jelasnya.

Lanjut Bripka Daniel, menurut keterangan saksi yang juga pemilik motor yamaha mio DS 3373 JT Agusta Laly (31), pada saat itu ia hendak mengendarai motornya yang sedang terparkir di pinggir jalan, namun disaat bersamaan saksi melihat sebuah mobil avansa putih dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya, sehingga saksi langsung menghindar dan melompat ke sebelah pagar pembatas jalan sehingga mobil tersebut hanya menabrak motornya dan saksi selamat.

Akibat dari kecelakaan tersebut mobil avanza dan sepeda motor yamaha mio mengalami kerusakan berat, diperkirakan kerusakan material mobil avanza Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) sedangkan sepeda motor yamaha mio sebesar Rp.5.000.000 (lima juta rupiah).

Tambahnya, pengemudi RA (31) baik – baik saja namun telah kami amankan di Mapolsek Sentani Timur, karena masih dipengharui minuman keras. Pengemudi terancam dengan pelanggaran UU 22 Tahun 2009 pasal 283 dengan denda Rp.750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) dengan kurungan 3 bulan penjara (pengemudi dalam kegiatan lain atau dalam suatu keadaan) dan juga pelangaran berikut UU no. 22 Tahun 2009 pasal 311 setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan yang membahayakan nyawa atau barang dipidana paling lama 1 tahun dengan denda sebesar Rp.3.000.000 (tiga juta rupiah). Tutup Bripka Daniel Tapilatu.

Penulis Guntur Stts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.