Pelaku Pembawa Senjata Api ditangkap Polisi di Sentani

Tribratanews.papua.polri.go.id Polres Jayapura. Hal ini disampaikan langsung Kabag Ops Polres Jayapura saat press release penangkapan pelaku pembawa senjata api di Mapolsek Sentani Kota. Rabu, 20/11 pagi.

Penangkapan TS (29) pelaku pembawa senjata api jenis revolver di salah satu rumah bernyanyi/karaoke di Sentani oleh tim Paniki Polsek Sentani Kota yang dipimpin Aiptu Agus Patang pada hari Senin, 18 November 2019 malam berdasarkan informasi yang diperoleh tim.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Kabag Ops AKP Praja G. Wiratama, S.IK saat press realese membenarkan penangkapan tersebut “pelaku TS (29) ditangkap berdasarkan informasi yang diterima, dimana pelaku saat itu bersama teman-temannya melakukan pesta miras di salah satu hotel di sentani dan berlanjut di rumah bernyanyi, karena mabuk berat pelaku menitipkan senjata api tersebut ke salah satu karyawan rumah bernyanyi, merasa curiga karyawan langsung melaporkannya ke tim kami sehingga langsung ditindak lanjuti dan ditangkap,” jelasnya.

Lanjut AKP Praja, sesaat usai bernyanyi pelaku yang hendak pulang dan ingin mengambil kembali senjatanya langsung ditangkap oleh Tim Paniki.

Berdasarkan hasil interograsi dan pemeriksaan terhadap TS (29), ternyata senjata api tersebut milik LW (26) salah satu anggota Polri yang berdinas di Polres Pegunungan Bintang, saat itu tanggal 16 hingga tanggal 17 November 2019 keduanya mengkonsumsi miras di daerah genyem, disaat itu LW (26) anggota Polri menitipkan senjatanya ke pelaku TS (29) dimana keduanya masih ada hubungan keluarga.

Ini merupakan kelalaian LW (26) selaku anggota Polri, pelaku TS (29) mengaku membawa senjata api tersebut hanya untuk gagah – gagahan, senjata yang dipegang pelaku tidak ada amunisinya/pelurunya.

Untuk pelaku TS (29) saat ini sudah kami amankan di Mapolsek Sentani Kota untuk proses lebih lanjut pelaku terancam dengan pasal 1 ayat (1) UU No. 12 tahun 1951 tentang UU darurat dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara, sedangkan pelaku LW (26) yang merupakan anggota Polri dan berdinas di Pos Pol Batom Polres Pegunungan Bintang telah ditahan di Bid Propam Polda Papua untuk menjalani proses lebih lanjut.

Penulis Guntur Stts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.