Kapolres Jayapura menggelar Press Release terkait Kasus Penganiayaan Terhadap AK Hingga Tewas

Sentani – Kapolres Jayapura di dampingi Kapolsek Sentani Kota menggelar Press Release terkait Kasus Penganiayaan yang terjadi di komba sentani yang mengakibatkan tewasnya Korban Ali Kogoya, di laksanakan di mapolsek sentani kota, Selasa (15/12) siang.

Kapolres Jayapura AKBP Dr. Vicktor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.SI mengungkapkan, berdasarkan laporan polisi yang di terima per 9 Desember tentang adanya penganiyaan oleh pelaku terhadap Korban Ali Kogoya (23), sat reskrim polres Jayapura melakukan penyelidikan dan berdasarkan keterangan saksi kami akhirnya menetapkan 4 orang sebagai terduga pelaku Penganiyayan tersebut.

“Hasil dari kerja keras anggota opsnal di lapangan akhirnya 4 pelaku ini menyerahkan diri dan dari pemeriksaan awal ke 4 pelaku telah mengakui perbuatan mereka yaitu melakukan penganiyaan terhadap korbannya yang bernama Ali Kogoya (23) ” ujar Kapolres.

Lanjut kapolres, akibat dari penganiyaan tersebut menyebabkan korban meninggal dunia saat di rawat di RSUD Yowari, berdasarkan keterangan tiga orang saksi yang telah di periksa makan 4 orang di tetapkan sebagai tersangka sesuai dengan alat bukti yang di kumpulkan termasuk hasil visum” seiring dengan perkembangan kasus tersebut dari kedua belah pihak membicarakan kasus ini kedepannya bagaimana status hukumnya dan juga secara adat.

“Niat baik kedua belah pihak yang masing-masing mengakui perbuatan mereka, akhirnya polres Jayapura menjadi mediator untuk menyelesaikan kasus antara kedua belah pihak tersebut mengenai status hukumnya dan juga secara adat ” jadi ini di fasilitasi dari pada pihak keluarga korban bapak Amis Jikwa tokoh masyarakat dari tolikara kita melakukan pertemuan polisi sebagai mediator di Polres. Dari kedua bela pihak pelaku dan korban mereka menyatakan kejadian ini karena adanya sebab akibat” ucap Kapolres

Tambahnya, kedua belah pihak menyadari perbuatannya masing-masing, sehingga kedua belah pihak meminta kepada Kepolisian Resor Jayapura dapat menyelesaikan persoalan ini dengan cara musyawarah secara kekeluargaan ” yang luar biasanya dari pihak korban tidak menuntut apa-apa, ini berbeda dengan yang lain mungkin bisa menjadi pembelajaran kepada semua untuk melihat konteks masalahnya ada sebab akibat ” imbuhnya.

Penulis : Ichsan24

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.